Image by: fasq.org
Sistem saraf adalah kumpulan yang
kompleks dari saraf dan sel-sel khusus yang dikenal sebagai neuron yang
mengirimkan sinyal antara berbagai bagian tubuh. Hal ini pada dasarnya seperti
kabel listrik dalam tubuh.
Secara struktural, sistem saraf
memiliki dua komponen: sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer. Menurut
National Institutes of Health, sistem saraf pusat terdiri dari otak, sumsum
tulang belakang dan saraf. Sistem saraf perifer terdiri dari neuron sensorik,
ganglia (kelompok neuron) dan saraf yang terhubung ke satu sama lain dan sistem
saraf pusat. Sistem syaraf pusat sendiri terdiri atas lebih dari 100.000.000
neuron.
Secara fungsional menurut laman lifescience,
sistem saraf memiliki dua subdivisi utama: sistem syaraf somatik, atau sukarela
dan sistem syaraf otonom, atau tak sadar.
Sistem saraf otonom mengatur proses tubuh tertentu, seperti tekanan darah dan ritme
pernapasan, yang bekerja tanpa upaya sadar. Sementara sistem syaraf somatik
terdiri dari saraf yang menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang dengan
otot dan reseptor sensorik di kulit.
Sejak pembentukannya sistem syaraf
mempunyai sifat-sifat mengatur yang sangat kompleks dan khusus. Ia menerima
berjuta-juta rangsangan informasi yang berasal dari bermacam-macam organ
sensorik, dan semua ini bersatu untuk menentukan respon yang akan diberikan
oleh tubuh.
Apabila kita mencermati lebih dalam
mengenai Sistem Syaraf maka kita akan merasakan sungguh betapa hebat dan
agungnya ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan
sistem syaraf inilah kita dapat melakukan apa saja: bergerak, mendengar,
melihat, mencium bau, merasakan dan lain sebagainya.

No comments:
Post a Comment